Dalam
beberapa hari ke depan, tahun 2013 akan segera berganti, dan tahun 2014
akan menjelang. Ini tahun baru Masehi, tentu saja, karena tahun baru
Hijriyah telah terjadi beberapa bulan yang lalu. Bagi kita orang Islam,
ada apa dengan tahun baru Masehi?
Sejarah Tahun Baru Masehi
Perayaan Tahun Baru
Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu
hari suci umat Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama
menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum
nasional untuk semua warga Dunia.
Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang
dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut
kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus
Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga
kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.
Perayaan Tahun Baru Zaman Dulu
Seperti kita ketahu, tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara
terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja
sangat bertentangan dengan Islam. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam
setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju
pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut,
mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda
penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam
legenda negara Brazil.
Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa
hidangan pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka
percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh. Bagi orang
kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi
dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga
agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun
disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun
Masehi.
Bagi
kita, orang Islam, merayakan tahun baru Masehi, tentu saja akan semakin
ikut andil dalam menghapus jejak-jejak sejarah Islam yang hebat.
Sementara beberapa pekan yang lalu, kita semua sudah melewati tahun baru
Muharram, dengan sepi tanpa gemuruh apapun. (Eramuslim 22 Safar 1435 H / 26 Desember 2013 11:16 WIB)